KOPENHAGEN (Berita SuaraMedia) – Menteri Urusan Sosial Benedikte Kiaer meminta orangtua para pemuda, yang dalam beberapa hari belakangan ini melempar batu dan melakukan vandalisme terhadap asosiasi penduduk di Slagelse, untuk bertanggung jawab.
"Ini adalah urusan polisi jadi orangtua para pemuda itu harus mengambil tanggung jawab. Mereka melakukan sesuatu yang ilegal. Mereka mengganggu penduduk lain, tapi mereka juga menghancurkan keluarga mereka sendiri, yang mungkin terancam untuk diusir," ujar Benedikte Kiaer.
Kiaer turut campur dalam masalah itu setelah mendesak Partai Rakyat Denmark, yang dipimpin oleh ketua komite urusan sosial parlemen, Martin Henriksen. Henriksen menginginkan respon dari menteri sosial, menteri integrasi, dan menteri kehakiman.
Kasus itu adalah tentang sebuah ruangan di bawah bar setempat di lingkungan sekitar Ringparken dan Nordbyen di Slagelse, yang dimaksudkan untuk digunakan sebagai tempat asosiasi tapi kadang-kadang juga digunakan untuk tempat sholat. Cabang lokal dari asosiasi penduduk mengira bahwa pengunjung bar membuat keributan dan menimbulkan masalah.
Mereka meminta dewan asosiasi penduduk untuk mengirimkan surat ke warga, yang meminta agar ruang sholat itu ditutup. Surat itu tampaknya menjadi alasan dilakukannya pelemparan batu dan pembakaran di area tersebut pada akhir pekan lalu.
]]>View the Original article

