Bupati Boyolali Seno Samudro menolak zona aman yang ditetapkan Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) sejauh 20 kilometer.
Alasannya, ia memiliki prosedur tersendiri penanganan pengungsi akibat erupsi Gunung Merapi.
"Kalau suruh mengungsi kami siap tetapi kalau ada pembatasan zona aman tentu saja kami tidak setuju karena justru membuat masyarakat menjadi panik," katanya pada wartawan di Boyolali, Sabtu.
Menurut dia, tidak perlu ada pembatasan delapan kilometer, 15 kilometer, atau 20 kilometer, mengingat kalau sudah merasa keamananannya terancam pasti masyarakat akan mengungsi ke tempat aman.
Ia mengatakan, dirinya sudah memiliki prosedur tetap penanganan pengungsi dan itu yang dilakukan untuk mengatasi pengungsi daerahnya.
"Kami tidak melakukan penjemputan masyarakat yang lereng Gunung Merapi secara paksa karena mengungsi adalah hak mereka. Kalau dipaksa tetapi tidak mau, ya terserah mereka saja," katanya.
View the Original article

