Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Program Ramalan

RAMALAN

====================


  1. http://www.4shared.com/file/180614232/b287149d/BIORIT_1.html

  2. http://www.4shared.com/file/180613912/1133a147/DEMOSHIO.html

  3. http://www.4shared.com/file/180614272/d6ebd199/HUMOR.html

  4. http://www.4shared.com/file/180614110/6cf9a96a/MATH.html

  5. http://www.4shared.com/file/180614082/52f71938/NGRAMAL.html

  6. http://www.4shared.com/file/180614298/a8bd1509/QOMARIA.html

  7. http://www.4shared.com/file/180614471/4b6ffc91/RAMALAN.html

  8. http://www.4shared.com/file/180614180/bd3b1223/ZODIAC.html

Daftar Download Gratis

Hak-Hak Allah SWT



عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الخُشَنِيِّ جُرْثُوْمِ بْنِ نَاشِرٍ رضي الله عنه، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: إِنَّ اللهَ فَرَضَ فَرَائِضَ، فَلاَ تُضَيِّعُوْهَا، وَحَدَّ حُدُوْدًا فَلاَ تَعْتَدُوْهَا، وَحَرَّمَ أَشْيَاءَ فَلاَ تَنْتَهِكُوْهَا، وَسَكَتَ عَنْ أَشْيَاءَ رَحْمَةً لَكُمْ غَيْرَ نِسْيَانٍ، فَلاَ تَبْحَثُوْا عَنْهَا.






Dari Abu Tsa'labah al-Khusyani Jurtsum bin Nasyir ra, dari Rasulullah saw, beliau bersabda,

"Sesungguhnya Allah telah menetapkan kewajiban-kewajiban maka jangan menyia-nyiakannya, menentukan berbagai batasan maka jangan melanggarnya, mengharamkan berbagai hal maka jangan melakukannya, dan mendiamkan banyak hal sebagai rahmat bagi kalian, bukan karena lupa, maka jangan mencari-cari (ma-salah tentangnya)." (Hadits hasan, riwayat ad-Daruquthni dan selainnya).[1]




SYARAH



Imam an-Nawawi berkata:



Sabdanya, "Mengharamkan berbagai hal maka jangan melakukannya." Yakni, jangan memasukinya.



Dan sabdanya, "Dan mendiamkan banyak hal sebagai rahmat bagi kalian." Telah disebutkan maknanya.



Imam Ibnu Daqiq berkata:



Sabdanya, "Faradha," artinya, mewajibkan dan menetapkan.



Sabdanya, "Fala tantahikuha (jangan melakukannya)." Yakni, jangan memasukinya. Adapun larangan membahas apa yang didiam-kan oleh Allah, maka ini selaras dengan sabdanya,



ذَرُوْنِي مَا تَرَكْتُكُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ.



"Biarkanlah padaku apa yang aku biarkan terhadap kalian. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian ialah mereka banyak bertanya dan menyelisihi para nabi mereka." [2]



Sebagian ulama mengatakan, dahulu Bani Isra'il bertanya lalu mereka mendapatkan jawaban, dan mereka diberi segala yang mereka minta sehingga hal itu menjadi fitnah bagi mereka dan menyebabkan kebinasaan mereka.



Para sahabat rhum telah memahami hal itu dan tidak bertanya ke-cuali dalam perkara yang harus ditanyakan. Mereka heran ketika kaum badui datang untuk bertanya kepada Rasulullah saw, lalu mereka mendengarkan dan memahaminya. Bahkan suatu kaum sampai-sampai berpendapat, tidak boleh bertanya mengenai kasus-kasus sehingga terjadi. Salaf juga mengatakan hal yang semisal, "Tinggalkanlah sehingga terjadi." Hanya saja para ulama tatkala mereka khawatir hilangnya ilmu, maka mereka menyusun ushul dan furu', membuat pengantar, dan memberi garis besar pembahasannya.



Para ulama berselisih mengenai hal-hal sebelum syariat datang untuk menghukuminya; apakah ia terlarang, dibolehkan, atau ber-henti (menunggu hukumnya)? Ada tiga pendapat, dan itu disebukan dalam kitab-kitab ushul.



Syaikh Ibnu Utsaimin berkata:



Sabdanya, "Sesungguhnya Allah telah menetapkan kewajiban-kewajiban maka jangan menyia-nyiakannya." Yakni, mewajibkan secara pasti atas hamba-hambaNya berbagai fardhu yang sudah dimaklumi, dan Alhamdulillah, seperti shalat lima waktu, zakat, puasa, haji, ber-bakti kepada kedua orang tua, menyambung tali kekerabatan, dan selainnya.



"Maka jangan menyia-nyiakannya." Yakni, jangan meremehkan-nya, baik dengan meninggalkan, mengentengkan, maupun meng-uranginya.



"Menentukan berbagai batasan." Yakni, mewajibkan berbagai ke-wajiban dan menentukannya dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan (rincian-rincian).

"Maka jangan melanggarnya." Yakni, jangan melampauinya.



"Mengharamkan berbagai hal maka jangan melakukannya." Dia mengharamkan berbagai hal seperti syirik, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak, khamr, mencuri, dan banyak hal lainnya.



"Maka jangan melanggarnya." Yakni, jangan terjerumus di dalamnya. Karena dengan kalian terjerumus di dalamnya berarti melanggarnya.



"Dan mendiamkan banyak hal." Yakni, tidak memfardhukan dan mewajibkannya serta tidak mengharamkannya.



"Sebagai rahmat bagi kalian." Karena rahmat dan keringanan bagi kalian.



"Bukan lupa." Karena Allah swt tidak pernah lupa, sebagaimana kata Musa j,



"Rabb kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa." (Thaha: 52).



Jadi, Allah membiarkannya sebagai rahmat bagi makhlukNya, bukan karena lupa terhadapnya.



"Maka jangan bertanya mengenainya." Yakni, jangan membahasnya.



Dalam hadits ini terdapat sejumlah faedah



1. Penjelasan Rasulullah saw yang sangat baik, di mana beliau mengemukakan hadits dengan pembagian yang sangat jelas ini.



2. Allah swt mewajibkan atas hamba-hambaNya berbagai fardhu yang diwajibkanNya atas mereka secara pasti dan meyakinkan. Fardhu, menurut ulama, terbagi menjadi dua macam: fardhu kifayah dan fardhu 'ain. Fardhu kifayah ialah apa yang diniatkan untuk dikerjakan tanpa memandang siapa yang mengerjakannya. Hukumnya, jika telah dilakukan oleh orang yang secukupnya, maka kewajiban tersebut gugur dari yang lainnya. Sementara fardhu 'ain ialah apa yang dijadikan sasaran olehnya; amal (itu sendiri) maupun yang beramal, dan wajib dilaksanakan oleh setiap orang secara individu.



Adapun yang pertama ialah seperti adzan, iqamah, shalat jenazah dan selainnya. Sedangkan yang kedua, seperti shalat lima waktu, zakat, puasa dan haji.



Sabdanya, "Dan Dia menentukan berbagai batasan." Yakni, mewajibkan kewajiban-kewajiban tertentu dengan syarat-syaratnya.



3. Manusia tidak boleh melanggar batasan-batasan Allah. Bercabang dari kaidah ini, bahwa tidak boleh berlebih-lebihan dalam agama Allah. Karena itu, Nabi saw mengingkari orang-orang yang salah se-orang dari mereka mengatakan, "Aku akan berpuasa dan tidak akan berbuka (tidak puasa)." Yang kedua mengatakan, "Aku akan bangun malam (untuk shalat) dan tidak akan tidur." Sedangkan yang ketiga mengatakan, "Aku tidak akan menikahi wanita." Beliau mengingkari mereka seraya bersabda,



وَأَمَّا أَنَا فَأُصَلِّي وَأَنَامُ وَأَصُوْمُ وَأُفْطِرُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنيِّ.



"Adapun aku, maka aku shalat dan tidur, berpuasa dan berbuka (tidak puasa), dan menikahi sejumlah wanita; barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan golonganku.[3]"


4. Diharamkan melanggar hal-hal yang diharamkan, berdasarkan sabdaNya, "Maka jangan melanggarnya." Kemudian hal-hal yang diharamkan itu ada dua jenis: Kaba'ir (dosa-dosa besar) dan shagha'ir (dosa-dosa kecil). Kaba'ir tidak diampuni kecuali dengan taubat, sedangkan shagha'ir dihapuskan dengan shalat, haji, dzikir dan semisalnya.



5. Apa yang didiamkan Allah adalah dimaafkan. Jika kita mengalami kesulitan tentang hukum sesuatu, apakah ia wajib ataukah tidak wajib, sedangkan kita tidak menjumpai dasar kewajibannya, ma-ka ia termasuk perkara yang dimaafkan oleh Allah. Jika kita ragu apakah ini haram atau tidak haram, sedangkan ia pada asalnya tidak haram, maka ini juga termasuk perkara yang dimaafkan oleh Allah.



6. Menafikan kelalaian dari Allah saw. Ini menunjukkan atas kesem-purnaan ilmuNya, dan Allah swt Maha Mengetahui segala sesuatu. Dia tidak lupa terhadap apa yang diketahuinya, dan ilmuNya tidak didahului oleh kebodohan. Tetapi Dia Maha Mengetahui segala sesuatu sejak azali dan untuk selama-lamanya.



7. Tidak sepatutnya mencari-cari dan bertanya kecuali apa yang dibutuhkan. Ini di masa Nabi saw, karena ini masa tasyri', dan dikhawatirkan seseorang bertanya tentang sesuatu yang tidak diwajibkan lalu Allah mewajibkannya karena pertanyaannya, atau tidak diharamkan lalu diharamkan karena pertanyaannya. Karena itu, Nabi a melarang membahasnya, dengan sabdanya, "Maka jangan membahasnya."


CATATAN KAKI:



[1] HR. ad-Daruquthni, 4/ 184; al-Baihaqi dalam al-Kubra, 10/ 12; dan ath-Thabrani dalam al-Kabir, 22/ 222)

[2] Muttafaq alaih: al-Bukhari, no. 7288; dan Muslim, no. 1337

[3] Muttafaq alaih: al-Bukhari, no. 5063; dan Muslim, no. 1401



96MJPTD3WE5X



Sumber: www.alsofwh.or.id

Kisah Meninggalnya Abu Dzar

Ketika Rasulullah telah pergi berlalu dengan para sahabat-sahabatnya dan ternyata ada orang-orang yang tidak ikut atau tertinggal. Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, Fulan telah tertinggal". Maka Rasulullah menjawab, "Biarkan dia, maka andai ia masih memiliki kebaikan maka Allah akan menggabungkan dirinya dengan kalian, dan jika ia tidak demikian maka Allah telah menyelamatkan kalian darinya". Salah seorang sahabat ada yang berkata, "Wahai Rasulullah, Abu Dzar telah tertinggal karena untanya lambat." Rasulullah menjawab, "Biarkan dia, maka andai ia masih memiliki kebaikan maka Allah akan menggabungkan dirinya dengan kalian, dan jika ia tidak demikian maka Allah telah menyelamatkan kalian darinya".

Dan Abu Dzar pun jadi tambah terlambat di atas untanya, maka ketika untanya tidak mampu berjalan lagi, maka Abu Dzar pun mengambil barang-barang bawaannya dan memanggulnya dan berjalan menyurusi jejak kaki Rasulullah. Dan Rasulullah pun turun dari kendaraanya dan kemudian salah seorang pengintai dari sahabat memandang ke jauh ke belakang, tiba-tiba ia berkata, "Wahai Rasulullah, Itu ada seorang laki-laki menuju kesini dengan berjalan kaki sendirian".

Maka Rasulullah bersabda, "Semoga benar dia Abu Dzar". Maka, ketika sekelompok sahabat memperhatikan dengan seksama, maka tiba-tiba mereka pun berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah, dia adalah Abu Dzar". Maka Rasulullah pun bersabda, "Semoga Allah mengasihi Abu Dzar, ia berjalan sendirian, dan meninggal sendirian, dan dibangkitkan kelak pun sendirian".

Dan sabda Rasulullah ini benar-benar terbukti, sebab Utsman bin Affan ketika itu ada perbedaan pendapat dengan Abu Dzar, dan Abu Dzar pun menjauh dan meninggalkan Utsman bin Affan. Dan tiada yang menemani kepergiannya kecuali isteri dan anaknya, maka beliau pun memberi wasiat kepada isteri dan anaknya itu agar keduanya yang memandikan dan mengkafaninya kalau ia meninggal. Kemudian, letakkanlah aku dipinggir jalan, dan katakanlah kepada orang pertama yang melewatiku bahwa ini adalah Abu Dzar, sahabat Rasulullah, tolonglah kami untuk menguburkannya."

Maka, tatkala Abu Dzar meninggal, keduanya pun melakukan apa yang diwasiatkannya, lalu meletakkan beliau di pinggir jalan.

Maka Abdulah bin Mas'ud dan sekelompok rombongan dari penduduk Iraq pun lewat untuk melakukan umrah. Tiada yang mereka dapati di perjalanan kecuali sebuah jenazah di pinggir jalan yang disampingnya ada seekor unta dan seorang anak yang sedang berdiri danberkata, "Ini adalah Abu Dzar sahabat Rasulullah, maka tolonglah kami untuk menguburkannya".

Maka, Abdullah bin Mas'ud pun menangis dan berkata, "Sungguh telah benar Rasulullah, beliau bersabda bahwa Abu Dzar, dia berjalan pergi sendirian, dan meninggalpun dalam kesendirian, dan akan dibangkitkan dalam kesendirian pula".

Kemudian, ibn Mas'ud pun turun dari kendaraannya, begitu juga para sahabatnya pun menguburkannya. Lalu Ibn Mas'ud pun menceritakan kepada mereka sebuah hadits, sebuah kisah yang di dalamnya Rasulullah bersabda tentang Abu Dzar ketika dalam suatu perjalanan menuju Tabuk. Nama asli Abu Dzar adalah Jundub bin Junadah, meninggal pada tahun 32H.

Sumber: Min Mu'jizatin Nabiy shallalahu 'alaihi wa sallam
Syaikh Abdul Aziz Al-Muhammad Al-Salman
Dikutip dari: www.alsofwah.or.id

Diantara Hikmah Puasa Ditinjau dari Sisi Kesehatan

Melalui beberapa penelitian kedokteran, ditemukan bahwa puasa memiliki beberapa manfaat yang bersifat antisipatif melawan banyak penyakit dan gangguan fisik, diantaranya:
  • Puasa menguatkan daya tahan tubuh.
  • Mencegah bahaya kegemukan.
  • Melindungi tubuh dari bahaya racun yang tertimbun pada sel-sel tubuh dan jaringannya yang timbul dari menkonsumsi makanan sebelum puasa sepanjang tahun.
  • Melindungi tubuh dari terbentuknya batu ginjal.
  • Mengobati beberapa penyakit peraliran darah.
  • Puasa memberikan waktu istirahat bagi alat pencernaan.

Rasululllah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan kita bahwa puasa mengandung kesehatan bagi manusia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
الصوم جنة
"Puasa adalah pelindung". (HR. Muslim, Ahmad, dan an-Nasa`i)
Kata جُنَّةٌ maksudnya وِقَايَة (pelindung). Dan dalam al-Qur`an Allah ta'ala berfirman,
وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
"Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (Al-Baqarah: 184)

(100 Mukjizat Islam, Pustaka Darul Haq)

Jangan Marah !

Ilmu kedokteran modern menemukan, bahwa ada banyak perubahan yang terjadi pada fisik manusia yang disebabkan oleh amarah. Amarah seseorang akan mempengaruhi kecepatan detak jantung, menyebabkan tekanan darah meningkat, menambah kadar gula dalam darah, membahayakan pembuluh jantung, serta membuka peluang datangnya penyakit-penyakit jantung yang mematikan.

Penemuan ini menjelaskan kepada kita, bahaya-bahaya yang dapat menimpa seseorang apabila ia melanggar wasiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di dalam sebuah haditsnya, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa seseorang lelaki meminta wasiat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Berilah aku wasiat !". Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
لا تغضب !
"jangan marah!"
Lelaki tersebut mengulangi permintaannya beberapa kali, namun beliau shallallahu 'alaihi wasallam tetap mengatakan, "jangan marah!"

(100 Mukjizat Islam, Pustaka Darul Haq)

Rahasia dan Manfaat Shalat

Sebuah riset di Amerika yang diadakan Medical Center di salah satu universitas di sana ‘Pyok’ menegaskan, shalat dapat memberikan kekuatan terhadap tingkat kekebalan tubuh orang-orang yang rajin melaksanakannya melawan berbagai penyakit, salah satunya penyakit kanker. Riset itu juga menegaskan, adanya manfaat rohani, jasmani dan akhlak yang besar bagi orang yang rajin shalat.

Riset itu mengungkapkan, tubuh orang-orang yang shalat jarang mengandung persentase tidak normal dari protein imun Antarlokin dibanding orang-orang yang tidak shalat. Itu adalah protein yang terkait dengan beragam jenis penyakit menua, di samping sebab lain yang mempengaruhi alat kekebalan tubuh seperti stres dan penyakit-penyakit akut.

Para peneliti meyakini, ibadah dapat memperkuat tingkat kekebalan tubuh karena menyugesti seseorang untuk sabar, tahan terhadap berbagai cobaan dengan jiwa yang toleran dan ridha. Sekali pun cara kerja pengaruh hal ini masih belum begitu jelas bagi para ilmuan, akan tetapi cukup banyak bukti atas hal itu, yang sering disebut sebagai dominasi akal terhadap tubuh. Bisa jadi melalui hormon-hormon alami yang dikirim otak ke dalam tubuh di mana orang-orang yang rajin shalat memiliki alat kekebalan tubuh yang lebih aktif daripada mereka yang tidak melakukannya. Demikian seperti dilansir situs ‘Laha’.

Profesor Mas’ud Shabri, anggota Persatuan Ulama Islam Internasional mengatakan, “Kita mengimani bahwa shalat memiliki banyak manfaat rohani, sosial, medis dan sebagainya akan tetapi semua ini masih masuk dalam lingkup ijtihad yang sebagian kalangan bisa benar, dan sebagian kalangan yang lain bisa salah. Bila salah seorang, misalnya ada yang berkata, ‘Di antara manfaat shalat begini,’ kemudian ilmu sekarang ini menyingkap ketidakbenaran info ini, maka kesalahan itu dilimpahkan kepada orang yang mengatakan adanya manfaat tertentu itu, bukan pada shalat itu sendiri.!!??

Shabri menambahkan, “Sebelum segala sesuatunya, sikap yang pertama kali harus ditunjukkan adalah bahwa kita wajib menjadikan shalat sebagai suatu ibadah dulu. Kemudian setelah itu, boleh menyebutkan adanya manfaat atau tidak darinya. Andaikata shalat tidak memiliki manfaat seperti itu selain ketaatan kepada Allah, maka itu sudah cukup bagi kita sebagai suatu kemuliaan berdiri di hadapan Allah swt dalam sehari lima waktu shalat fardhu. Bagi siapa saja yang ingin berdiri lebih lama lagi, maka pintu terbuka untuk itu. Ini sama sekali tidak mengurangi nilai shalat itu sendiri dari sisi-sisi non ibadah.!!
(Mufakkira el-Islam, tgl 21 Syawwal 1427 H)

Al-Qur’an Bicara Tentang Utuhnya Jasad Fir’aun, Ilmu Modern Membenarkannya!!!

Di dalam bukunya, “al-Qur’an Dan Ilmu Modern”, Dr Morris Bukay* menyingkap adanya kesesuaian antara informasi yang dipaparkan di dalam al-Qur’an mengenai nasib Fir’aun yang hidup pada masa nabi Musa (setelah ia tenggelam di laut) dan keberadaan jasadnya hingga hari ini sebagai tanda kebesaran Allah terhadap alam semesta ini. Dalam hal ini adalah firman Allah SWT, 
“Maka pada hari ini, Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak mempercayai kamu berdua.”(QS.Yunus:92)

Dr Bukay melanjutkan, “Riwayat versi Taurat yang terkait dengan kisah keberangkatan bangsa Yahudi bersama Musa AS dari Mesir menguatkan analisa yang mengatakan bahwa Mineptah, pengganti Ramses II adalah Fir’aun Mesir di masa nabi Musa AS. Penelitian medis terhadap mummi Mineptah mengemukakan kepada kita informasi penting lainnya mengenai apa kemungkinan penyebab kematian Fir’aun ini.

Sesungguhnya Taurat menyebutkan, jasad Fir’aun tersebut ditelan laut, akan tetapi tidak memberikan rincian mengenai apa yang terjadi setelah itu. Sedangkan al-Qur’an menyebutkan bahwa jasad Fir’aun yang dilaknat itu akan diselamatkan dari air sebagaimana yang tertera dalam ayat di atas. Pemeriksaan medis terhadap mummi ini menunjukkan, jasad tersebut tidak berada dalam waktu yang lama di dalam air sebab tidak ada tanda-tanda ia mengalami kerusakan (pembusukan) total akibat terendam lama di dalam air.**

Dr Morris telah menyebutkan, “Hasil-hasil beberapa penelitian medis mendukung analisa terdahulu. Pada tahun 1975, di Cairo berhasil dilakukan pengambilan salah satu sampel organ tubuh berkat bantuan berharga dari Prof Michfl Durigon. Pemeriksaan yang sangat teliti dengan microscop menunjukkan kondisi utuh yang sangat sempurna dari objek penelitian itu. Juga menunjukkan bahwa keutuhan yang sangat sempurna seperti ini tidak mungkin terjadi andai jasad tersebut berada (tenggelam) di dalam selama beberapa waktu, bahkan sekali pun ia berada untuk waktu yang sekian lama di luar air sebelum dilakukan langkah pengawetan pertama.

Kami sudah melakukan lebih dari itu dan menitikkan perhatian pada pencarian kemungkinan yang menjadi penyebab kematian Fir’aun di mana dilakukan penelitian medis legal terhadap mummi tersebut berkat bantuan Ceccaldi, direktur laboratorium satelit udara di Paris dan Prof Durigon.

Dalam pengecekan itu, tim medis berupaya mengetahui sebab di balik kematian ‘ekspress’ akibat adanya memar di bagian tengkorak kepala…

Jelaslah, bahwa setiap penelitian-penelitian ini sangat sesuai dengan kisah-kisah yang terdapat di dalam kitab-kitab suci yang menyiratkan bahwa Fir’aun sudah mati saat ombak menelannya.***

Dr Bukay juga menjelaskan aspek kemukjizatan kisah ini dengan mengatakan, “Di zaman di mana al-Qur’an telah sampai kepada umat manusia melalui jalur Muhammad SAW, jasad-jasad setiap Fir’aun -yang di zaman modern ini orang-orang masih ragu apakah benar mereka memiliki hubungan dengan peristiwa keluarnya Musa AS ataukah tidak?- ternyata masih tersimpan di dekat beberapa kuburan di lembah raja-raja di Theeba di tebing lainnya dari sisi sungai Nil di hadapan kota al-Aqshar sekarang ini.

Pada masa nabi Muhammad SAW, segala sesuatu tentang masalah ini masih misterius. Jasad-jasad ini belum tersingkap kecuali di penghujung abad 19 H.**** Dengan demikian, jasad Fir’aun Musa yang hingga saat ini masih dapat disaksikan dengan mata kepala dengan jelas dinilai sebagai persaksian materil atas jasad yang diawetkan milik seorang yang mengenal Musa AS, melawan semua permintaannya bahkan melakukan pengejaran atas pelariannya lalu mati di tengah aksi pengejaran itu. Allah menyelamatkan jasadnya dari kepunahan total agar menjadi pertanda kebesaran Allah bagi umat manusia sebagaimana yang disebutkan al-Qur’an al-Karim.*****

Informasi sejarah mengenai nasib jasad Fir’aun ini tidak ada dalam pengetahuan manusia mana pun saat al-Qur’an diturunkan bahkan sampai beberapa abad setelah turunnya padahal ia telah dijelaskan di dalam Kitabullah sebelum lebih dari 1400-an tahun lalu.
WALLAHU A'LAM


* Dokter berkewarganegaraan Perancis, ahli bedah dan termasuk dokter paling terkenal di Perancis. Ia memeluk Islam setelah melakukan penelitian secara mendalam terhadap al-Qur’an al-Karim dan kemukjizatan ilmiahnya
** al-Qur’an Wa al-‘Ilm al-Hadits, Dr Morris Bukay
*** Kitab al-Qu’an Wa al-‘Ilm al-Mu’ashir, Dr Morris Bukay, (terjemah ke dalam bahasa Arab Dr Muhammad Khair al-Biqa’iy)
**** Dirasah al-Kutub al-Muqaddasah Fi Dhaw’i al-Ma’arif al-Haditsah, Dr Morris Bukay, hal.269, Dar al-Ma’arif, Cet IV, 1977, dengan sedikit perubahan (dari asal versi bahasa Arabnya-red)
***** Ibid.,

Sumber: www.alsofwah.or.id

Keajaiban Susu

Ilmu pengetahuan modern merekomendasikan, bahwa dari sekian banyak jenis makanan, susu adalah satu-satunya jenis makanan yang terbukti mengandung semua unsur pokok yang dibutuhkan tubuh manusia. Penemuan ini telah diberitakan Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam dalam hadits berikut ini, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah dengan sanad hasan dari Nabi shallallahu 'alahi wasallam beliau bersabda,
وَمَنْ سَقَاهُ لَبَنًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ فَإِنَّهُ لَيْسَ شَيْءٌ يُجْزِئُ مِنْ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ إِلَّا اللَّبَنُ
"Barang siapa diberikan minum susu hendaklah mengucapkan, 'allahumma barik lana fihi, wa zidna minhu' (ya Allah, berikan kami berkah padanya dan berikan kami tambahan darinya), karena sesungguhnya tidak ada sesuatu yang mewakili makanan dan minuman selain susu".

(Sumber : 100 Mukjizat Islam, Pustaka Darul Haq)

Tempat Terendah di Atas Pemukaan Bumi

Allah telah mengabarkan tentang tempat yang paling rendah di permukaan bumi dalam al-Qur`an. Allah ta'ala berfirman,
الم . غُلِبَتِ الروم . فِى أَدْنَى الأرض وَهُمْ مِّن بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ
"Alif laam Miim. telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terendah dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang". (Ar-Rum: 1-3)
Ilmu geologi membuktikan bahwa Laut Mati yang menjadi tempat pertempuran antara Bangsa Persia dan Bangsa Romawi pada tahun 624 M merupakan bagian bumi yang paling rendah secara mutlak. Dimana nisbat kerendahannya mencapai kurang lebih 400 meter di bawah permukaan air laut. Tempat itu merupakan permukaan bumi yang paling rendah secara mutlak.

(Sumber : 100 Mukjizat Islam, Pustaka Darul Haq)

Berdekatannya Pasar Salah Satu Tanda Dekatnya Kiamat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda,
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْكَذِبُ وَيَتَقَارَبَ الْأَسْوَاقُ
"Kiamat tidak akan terjadi hingga muncul fitnah-fitnah dan kedustaan, dan pasar-pasar semakin saling berdekatan". (HR. Ahmad)
Pada zaman ini, pasar-pasar sudah saling berdekatan. Dimana ditemukan dalam satu kampung ada beberapa pasar, sampai-sampai antara pasar yang satu dengan pasar yang lain saling berdampingan. Telah benar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan memang beliau adalah orang yang jujur (benar) dan dipercaya (dibenarkan).

(100 Mukjizat Islam, Yusuf Ali al-Jasir, Pustaka Darul Haq)

Diantara Bahaya Ikhtilat

Imam al-Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dalam kedua kitab Shahih mereka dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau pernah bersabda,
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ
"Janganlah salah seorang lelaki berduaan (berkhalwat) dengan seorang wanita kecuali apabila wanita tersebut didampingi oleh mahramnya".
Dr. Alex Carlyle berkata, 
"Pada saat hasrat seks mengalir dalam diri seorang manusia, tubuhnya akan mengeluarkan semacam zat yang menyerap dalam darah menuju otak dan (seolah-olah) membiusnya, sehingga ia tidak mampu lagi berfikir secara jernih".

Oleh sebab itu, para penyeru ikhtilat (campur baur antara pria dan wanita), mereka tidak lagi diarahkan oleh akal mereka, akan tetapi mereka diarahkan oleh syahwatnya.
Presiden Amerika yang telah mangkat (Kennedy) berkata, 
"Pada setiap tujuh pemuda yang mendaftarkan diri sebagai prajurit ditemukan enam orang diantara mereka yang tidak baik, dikarenakan syahwat telah merusak kelayakan kesehatan jasmani dan psikologi mereka".
(100 Mukjizat Islam, karya Yusuf Ali al-Jasir, Pustaka Darul Haq)

Sunnah Fitrah

Penelitian-penelitian kedokteran mengungkapkan kepada kita bahwa kuku yang panjang dapat mengundang penyakit, karena jutaan kuman akan bersarang di bawahnya. Penelitian kedokteran juga mengungkapkan bahwa membiarkan panjang bulu kemaluan adalah salah satu faktor penyebab penyakit bulu kemaluan berkutu yang tersebar di Eropa serta menyebabkan luka dan peradangan pada daerah di sekitar kemaluan.

Penemuan ini menjelaskan kepada manusia sebagian hikmah di balik hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu hadits tentang sunnah-sunnah fithrah yang diwasiatkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kepada manusia. Hadits ini adalah pondasi kebersihan individu. Al-Imam Muslim telah meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda,
عَشْرٌ مِنَ الفِطْرَةِ : قَصُّ الشَّارِبِ ، وَإعْفَاءُ اللِّحْيَةِ ، وَالسِّوَاكُ ، وَاسْتِنْشَاقُ المَاءِ ، وَقَصُّ الأظْفَارِ ، وَغَسْلُ البَرَاجِمِ ، وَنَتف الإبْطِ ، وَحَلْقُ العَانَةِ ، وَانْتِقَاصُ المَاءِ . قَالَ الرَّاوِي : وَنَسِيْتُ العَاشِرَةَ إِلاَّ أنْ تَكُونَ المَضمَضَةُ
"Sepuluh perkara yang merupakan fithrah: merapikan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, memasukkan air ke hidung (ketika berwudhu), memotong kuku, membasuh ruas jari-jemari (ketika berwudhu), mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan istinja`(membersihkan kemaluan setelah buang air". Salah seorang rawi hadits ini berkata, “Saya lupa yang kesepuluh, (tapi saya menduga bahwa yang kesepuluh adalah berkumur-kumur ketika berwudhu) (HR. Muslim)

Tanda Kekuasaan Allah Pada Penciptaan Struktur Tubuh Manusia

Sekarang, lihatlah dirimu sendiri! Coba perhatikan hikmah Sang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui pada penciptaan struktur tubuhmu. Silakan lihat dan perhatikan panca inderamu! Lalu renungkanlah hikmah penempatan mata yang dengannya Anda dapat melihat banyak hal! Allah menempatkannya di kepala laksana lampu mercusuar di atas menara, sehingga dengan demikian Anda dapat melihat banyak perkara. Allah tidak menempatkannya pada anggota tubuh lain, seperti kaki atau tangan misalnya. Sebab, seandainya Allah menempatkan mata kita di tangan atau kaki, tentulah akan mudah mendapatkan gangguan ketika beraktifitas atau bergerak. Allah juga tidak menempatkan mata di bagian tengah tubuh, misalnya di perut atau di punggung karena akan menyulitkanmu untuk menoleh atau melihat. Berhubung tidak ada tempat di anggota tubuh ini yang layak menjadi tempat mata, maka satu-satunya tempat yang paling cocok adalah kepala. Kepala adalah tempat yang paling layak dan paling indah untuk mata. Kepala merupakan tempat bersemayamnya alat panca indera.

Kemudian coba perhatikan hikmah diciptakannya alat panca indera untuk menyeimbangi lima macam indera. Masing-masing indera difungsikan dengan alat khusus, sehingga tidak satupun indera yang tidak dapat dijangkau oelh alat khusus tersebut. Alat penglihatan diciptakan untuk melihat, alat pendengaran disediakan untuk mendengar suara-suara, alat pencium dan perasa diciptakan untuk mencium berbagai aroma dan mencicipi aneka macam rasa. Alat peraba diciptakan untuk meraba benda-benda. Setiap indera telah disediakan alat khusus untuknya. Sekiranya ada indera keenam selain yang telah disebutkan di atas niscaya Allah akan memberikan alat indera ke enam untuk manusia. Berhubung selain itu dapat ditangkap dengan batin, maka Allah memberikan alat indera batin.

Itulah lima alat pengindera yang dikenal oleh masyarakat dengan sebutan ‘lima untuk enam’ yakni lima alat panca indera dan enam arah (depan, belakang, atas, bawah, kanan dan kiri). Maksudnya adalah alat panca indera itu membawa hati ke seluruh penjuru dan arah. Sehingga kelima alat panca inderanya itu dapat menjangkau keenam arah tersebut berkat ketajaman pikirannya.

(Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan al-Imam Ibnul Qayyim, Pustaka Darul Haq)

Tanda-tanda Kekuasaan Allah Pada Penciptaan Alat Kelamin Manusia

Coba perhatikan, bagaimana Allah menciptakan alat kelamin pria dan wanita yang sesuai dengan hikmah penciptaannya. Allah menciptakan alat kelamin pria menonjol dan menjulur hingga dapat menyampaikan mani ke lubang rahim. Mirip seperti seseorang yang memberi suatu benda kepada orang lain, ia pasti menjulurkan tangan kepadanya agar orang lain tersebut dapat menerima benda itu darinya. Kaum pria harus menumpahkan maninya ke dalam lubang rahim. Adapun wanita, alat kelaminnya diciptakan laksana mangkuk yang berongga, karena wanita harus menerima mani lelaki dan menampung serta menyimpannya, maka kaum wanita diberikan alat kelamin yang sesuai dengan tugas itu.

Berhubung mani laki-laki harus mengalir dari bagian-bagian tubuh dalam bentuk cairan yang halus dan lemah yang tidak bakal mampu memproduksi keturunan dengan sendirinya, maka kaum lelaki dilengkapi dengan dua buah pelir dan kantung tempat memasaknya. Di situ mani akan dimasak hingga matang, sehingga mampu mengawali proses penciptaan seorang anak manusia. Sementara kaum hawa tidak butuh hal itu, sebab kehalusan cairan maninya dan kelembutannya jika bertemu dengan kerasnya mani lelaki maka secara otomatis mani wanita akan menguat dan kokoh. Sekiranya kedua mani tersebut lembut dan lemah, tentu tidak bisa mengawali proses penciptaan anak manusia.

Allah mengkhususkan kaum pria dengan alat untuk mematangkan dan memasak mani. Kaum lelaki suhu panasnya sangat kuat, sementara kaum wanita itu dingin. Sekiranya alat tersebut diberikan kepada kaum wanita tentu tidak akan mampu mematangkan mani lelaki dan memasaknya. Dan juga mani wanita tidak perlu keluar dari tempatnya. Namun dibiarkan diantara tulang dada sampai alat kemaluannya. Oleh karena itu, wanita merupakan objek dalam aktifitas seksual maka dilengkapi dengan alat seksual yang sesuai dengan posisinya. Sekiranya diberikan kepada mereka alat seksual pria, tentu mereka tidak akan merasakan kelezatan dan kenikmatan. Niscaya alat tersebut tidak akan berfungsi dan tidak bermanfaat. Maka merupakan hikmah yang sangat dalam adalah masing-masing jenis diberi alat yang sesuai dengan posisinya.

(Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan al-Imam Ibnul Qayyim, Pustaka Darul Haq)

Keajaiban Habbatus Sauda'

Dalam sebuah hadits, Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha bertutur, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
( إن هذه الحبة السوداء شفاء من كل داء إلا من السام ) قلت : وما السام ؟ قال : ( الموت )
”Sesungguhnya habbah sauda` (jinten hitam) mengandung obat bagi semua jenis penyakit kecuali as-saam. Aisyah bertanya, "Apa itu as-saam?" Dijawab oleh beliau, "as-Saam adalah kematian". (Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Telah dilakukan penelitian di Balai Penelitian Florida - Amerika Serikat pada habbah sauda`, dan hasil penelitian itu menunjukkan bahwa habbah sauda` mampu meningkatkan kekuatan daya tahan tubuh. Habbah Sauda` juga terbukti memainkan peran penting dalam meningkatkan dan manambah kekuatan daya tahan tubuh manusia untuk melindungi dirinya melawan kuman serta bahan-bahan aktif yang berbahaya lainnya.

(100 Mukjizat Islam, Pustaka Darul Haq)

Khabar Dari Rasulullah Tentang Yahudi Hari Ini

Al-Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan dalam dua kitab shahih mereka dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ
“Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang Islam diperangi oleh orang-orang Yahudi, dan orang-orang Islam memerangi (membunuh) mereka”
Hadits ini menggambarkan realita yang kita saksikan hari ini. Allah memberikan kekuatan kepada Yahudi untuk melawan setiap muslim. Ini membuktikan apa yang diberitakan Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam, bahwa mereka akan membunuh orang-orang Islam.

( Abu Maryam Abdusshomad, diambil dari buku 100 Mukjizat Islam, karya Yusuf Ali al-Jasir, Pustaka Darul Haq)

Keistimewaan Sifat Pemaaf


Dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :
صل من قطعك وأحسن إلى من أساء إليك وقل الحق ولو على نفسك
“Sambunglah tali silaturrahim dengan orang yang memutus hubungan denganmu, berbuat baiklah kepada orang yang berlaku buruk terhadapmu dan katakan yang haq walau menyakiti dirimu”

Ilmu kedokteran datang selaras dengan apa yang diwasiatkan Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam .

Dr. Fitche Georant berkata :
“Keistimewaan sikap memaafkan menjadikan orang yang mendapat perlakuan buruk mampu hidup tenang. Perasaan dendam dan benci akan mengeruhkan hidup, menyebabkan kegelisahan dan mengobarkan perasaan sakit di dalam relung hati. Adapun sikap memaafkan maka ia menghapuskan semua itu”

( Abu Maryam Abdusshomad, diambil dari buku 100 Mukjizat Islam, karya Yusuf Ali al-Jasir, Pustaka Darul Haq, dengan sedikit perubahan)

Fenomena Gerhana

Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam sejak 1400-an yang lalu telah menetapkan bahwa gerhana matahari dan bulan adalah dua buah fenomena alam (dengan izin Allah Subhanahu Wata'ala).
Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu 'Allah bersabda :
إن الشمس والقمر لا ينكسفان لموت أحد من الناس ولكنهما آيتان من آيات الله فإذا رأيتموهما فقوموا فصلوا
"Sesungguhnya matahari dan bulan tidak menjadi gerhana karena kematian salah satu orang, akan tetapi keduanya adalah termasuk dari ayat-ayat Allah. Jika kalian melihat keduanya, maka bersegeralah untuk sholat"

Artinya bahwa gerhana matahari dan bulan adalah fenomena alam yang akan terjadi secara konsisten, tanpa menghubungkannya dengan kematian seseorang atau kelahirannya. Sebagaimana yang diklaim oleh sebagian orang di jazirah arab dan belahan dunia lain, dimana dahulu mereka menghubungkan fenomena alam tersebut dengan kelahiran orang besar atau wafatnya.

Hadits yang mulia ini datang untuk menolak mentah-mentah khurafat seperti itu, dan juga menegaskan tentang terus berputarnya fenomena alam ini.

Wallahu A’lam

(Abu Maryam Abdusshomad, diambil dan diterjemahkan dari www.islamtoday.net)

Bukti Kekuasaan Allah Pada Penciptaan Bulan dan Hikmah Diciptakannya Kegelapan

Coba perhatikan cahaya rembulan di kegelapan malam! Dan Cobalah renungkan hikmah yang tersembunyi di balik itu! Merupakan hikmah ilahi adalah Allah Subhaanahu Wata'ala menciptakan kegelapan malam sebagai waktu untuk beristirahat bagi makhluk hidup dan untuk mendinginkan suhu udara bagi tubuh makhluk hidup dan tumbuh-tumbuhan. Dengan kegelapan itu, panas matahari dapat dinetralisir sehingga tumbuh-tumbuhan dan makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang.

Disebabkan hal itu semua merupakan konsekuensi hikmah Allah Subhaanahu Wata'ala, maka Dia menerangi malam dengan sedikit cahaya. Dia tidak membiarkan malam gelap dan kelam tanpa ada cahaya sama sekali sehingga makhluk hidup tidak dapat bergerak dan beraktifitas. Berhubung makhluk hidup kadangkala butuh bergerak, berjalan dan melakukan pekerjaan pada malam hari yang tidak dapat dilakukan pada siang hari karena sempitnya waktu siang atau karena panasnya siang yang menyengat atau karena takut untuk keluar pada siang hari, sebagaimana halnya keadaan banyak hewan, maka Allah Subhaanahu Wata'ala menyediakan cahaya bulan pada malam hari sehingga makhluk hidup dapat melakukan banyak pekerjaan, misalnya melakukan perjalanan jauh, bercocok tanam atau pekerjaan lainnya yang biasa dikerjakan oleh para petani dan tukang kebun.

Allah Subhaanahu Wata'ala ciptakan cahaya rembulan sebagai penolong bagi makhluk hidup untuk bergerak. Dan Allah Subhaanahu Wata'ala telah menetapkan terbitnya bulan pada sebagian malam dengan cahaya yang tidak seterang sinar matahari. Agar tampak pebedaan antara siang dan malam. Sebab kalau sama terangnya, maka akan terluputlah hikmah pergantian siang dan malam yang telah ditetapkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Coba perhatikan pula hikmah yang sangat agung dan ciptaan yang sangat menakjubkan! Allah mengerahkan tentara-tentara cahaya untuk membantu makhluk hidup di kegelapan malam. Allah tidak menjadikan alam ini gelap gulita tanpa ada secercah cahaya sedikitpun. Namun Allah menghiasi kegelapan itu dengan cahaya sebagai rahmat dan karunia-Nya. Maha suci Allah yang telah menciptakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya.

(Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan al-Imam Ibnul Qayyim, Pustaka Darul Haq)

Beberapa Pendapat Imam Madzhab Tentang Hadits Rasulullah SAW

Pada kesempatan ini, kami akan menyebutkan pendapat beberapa Imam tentang mengikuti hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan meninggalkan perkataan selainnya jika bertentangan dengan hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :



Imam Abu Hanifah yang meninggal pada tahun 150 H, dan termasuk salah satu imam yang empat yang tertua yang pendapatnya banyak diikuti orang :
  • Tidak boleh seseorang mengikuti pendapat kami sebelum mengetahui dari mana kami mengambilnya.


  • Haram bagi yang tidak mengetahui dalil saya kemudian memberi fatwa dengan kata-kata saya, karena saya adalah manusia biasa yang sekarang bicara sesuatu dan besok tidak bicara itu lagi.


  • Jika saya mengucapakan pendapat yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam maka tinggalkanlah perkataan saya.


  • Ibnu Abidin berkata dalam bukunya : " Jika hadits itu shahih dan bertentangan dengan madzhab, maka hadits-lah yang dipakai dan itulah madzhabnya ( imam Abu Hanifah), dan dengan mengikuti hadits itu, tidak berarti penganutnya telah keluar dari pengikut hanafi. Diriwayatkan dari Abu Hanifah bahwa beliau pernah berkata : " Jika hadits itu benar, maka itulah madzhab saya."

Imam Malik adalah salah satu imam empat yang wafat pada tahun 179 H dan dia adalah imam darul hijrah ( Madinah ) di zamannya, beliau berkata :

  • Sesungguhnya saya adalah manusia biasa yang bisa salah dan bisa benar. Maka perhatikan secara kritis pendapatku, yang sesuai dengan kitab dan sunnah ambillah, dan setiap pendapat yang tidak sesuai dengan kitab dan sunnah tinggalkanlah.


  • Setiap orang sesudah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bisa diambil ucapannya dan bisa ditinggalkan, kecuali Nabi shallallahu 'alaihi wasallam

Imam Syafi'I adalah pendiri madzhab syafi'I yang pendapat-pendapatnya sampai saat ini banyak diikuti oleh orang-orang di Indonesia dan telah meninggal pada tahun 204 H dia berkata :

  • Setiap orang ada yang pendapatnya sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan ada yang tidak sesuai. Jika saya berkata dengan suatu pendapat atau berdasarkan sesuatu pendapat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tapi kenyataannya bertentangan dengan ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maka pendapat yang benar adalah ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan itulah pendapat saya.


  • Orang-orang Islam telah melakukan Ijma' bahwa barangsiapa yang jelas mempunyai dalil berupa sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maka tidak dihalalkan bagi seorangpun untuk meninggalkannya karena ucapan orang lain.


  • Jika kamu mendapatkan hal-hal yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam buku saya maka ikutilah ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan itu adalah pendapat saya juga.


  • Jika suatu hadits itu shahih, maka itulah madzhab saya.


  • Beliau berkata kepada Imam Ahmad bin Hambal : " Anda lebih pandai dari saya tentang hadits dan keadaan para periwayatnya, jika anda tahu bahwa sesuatu hadits shahih maka berithaukanlah kepada saya sehingga saya akan berpendapat dengan hadits itu."


  • Setiap masalah, yang mempunyai dasar hadits shahih menurut para ahli hadits, dan bertentangan dengan pendapat saya maka saya akan kembali pada hadits tersebut selama hidup saya atau sesudah mati.

Imam Ahmad bin Hambal, berkata ;

  • Jangan engkau bertaklid ( ikut-ikutan ) kepadaku atau Imam Malik atau Imam Syafi'I atau Imam Auza'y atau Imam Ats-Tsauri tapi ambillah dari mana asal mereka mengambil.

  • Barangsiapa menolak hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka dia berada di tepi kehancuran.

Demikian pendapat para Ulama tentang kewajiban mengikuti dan mengambil ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan meninggalkan pendapat siapapun juga yang bertentangan dengan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam




ADVTFTB3MJCW



Sumber: www.alsofwah.or.id

Sebahagian Akhlak Rasulullah SAW

Akhlak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah Al-Qur'an, Beliau membenci apa yang dibenci Al-Qur'an dan menyenangi apa yang disenangi oleh Al-Qur'an, tidak dendam dan marah kepada seseorang kecuali jika melakukan hal-hal yang diharamkan Allah, sehingga kemarahannya hanya karena Allah Ta'ala.



Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam merupakan orang yang paling jujur ucapannya, paling memenuhi tanggungjawabnya, paling lembut perangainya, paling mulia pergaulannya, lebih pemalu dari perawan pingitan, rendah hati dan selalu berpikir , tidak keji dan tidak pula pengutuk, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tapi membalasnya dengan memberi maaf dan jabat tangan, barangsiapa meminta sesuatu kebutuhan kepadanya maka tidak pernah ditolaknya, jika tidak ada maka dengan kata-kata yang halus dan tidak dengan hati kasar dan sikap keras, tidak pernah memotong pembicaraan orang lain kecuali jika bertentangan dengan kebenaran sehingga memotong pembicaraannnya dengan larangan atau berdiri, tidak menganggap bohong kepada seseorang, tidak dengki kepadanya dan tidak memintanya untuk bersumpah.



Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjaga tetangganya dan menghormati tamunya, waktunya tidak pernah belalu tanpa beramal untuk Allah atau mengerjakan sesuatu yang harus dikerjakan, cinta kepada optimisme dan benci kepada pesimisme, jika ada dua pilihan maka beliau shallallahu 'alaihi wasallam memilih yang paling mudah di antara keduanya selama tidak merupakan dosa, senang menolong orang yang membutuhkan dan membantu orang yang teraniaya.



Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga senang kepada sahabat-sahabatnya, bermusyawarah dengan mereka, mengunjungi orang sakit, mendo'akan yang meninggal, serta menerima alasan orang yang udzur kepadanya. Baginya, orang yang kuat dan orang yang lemah mempunyai hak yang sama, beliau shallallahu 'alaihi wasallam juga berbicara, jika orang menghitung pembicaraannya tentu akan dapat menghitungnya karena jelas dan pelannya. Di samping itu, beliau shallallahu 'alaihi wasallam juga bergurau dan tidak pernah mengucapkan kecuali kebenaran.


ADVTFTB3MJCW

Istighfarnya Rasulullah SAW

عن الأغرَِِِبن يسار المزني رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم : (( يا أيها الناس، توبوا إلي الله واستغفروه ، فإني أتوب في اليوم مائة مرة))(58) ( رواه مسلم)
“Dari al-Agharr bin Yasar al-Muzani radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
”Wahai sekalian manusia, bertaubat dan minta ampunlah (istighfar) kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah seratus kali setiap hari.” (HR. Muslim)


Istighfar berarti permintaan maghfirah, dan maghfirah berarti permintaan kepada Allah supaya dosanya ditutup dan diampuni. Permintaan supaya dosanya ditutup agar tidak diketahui oleh orang lain, sehingga namanya tercemar karena dosa itu. Oleh sebab itu pada hari qiyamat Allah akan berbicara dangan hamba-Nya yang beriman satu persatu untuk menanyakan dosa mereka, lalu mereka mengakui dosanya, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala akan berfirman:”Telah Aku tutupi dosa kalian di dunia dan hari Aku ampuni dosa kalian.


Maka dari itu, salah satu dosa besar adalah seseorang memberitahukan dan menceritakan kepada orang lain tentang dosa yang telah dia lakukan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,
( كل أمتي معافى إلا المجاهرين، وإن من المجاهرة أن يعمل الرجل بالليل عملا، ثم يصبح وقد ستره الله، فيقول : يا فلان، عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربه، ويصبح يكشف ستر الله عنه). أخرجه البخاري عن أبي هريرة 1 - رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ - رقم 6069 )
“Seluruh umatku diampuni kecuali al-mujahirun (orang yang terang-terangan berbuat dosa), dan termasauk bentuk Mujaharoh (terang-terangan dalam berbuat dosa) adalah seseorang berbuat dosa pada malam hari, kemudian pada pagi hari dosanya telah ditutup oleh Allah, dia berkata:”Wahai fulan semalam aku telah melakukan seperti ini dan ini (menceritakan dosanya).”Allah telah menutupi dosanya di malam hari, tetapi dia membuka kembali dosa yang telah ditutup oleh Allah tersebut.(Diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)


Istighfar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah manusia yang senantiasa bertaubat beristighfar kepada Allah, hal ini sebagaimana hadits di atas dan juga hadits berikut ini:
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلي الله عليه وسلم يقول: (( والله إني لاستغفر الله وأتوب إليه في اليوم أكثر من سبعين مرة))(57) ( رواه البخاري)
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:”Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam satu hari lebih dari 70 kali.”(HR.Bukhari)
Sahabat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, menceritakan tentang istighfar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dia berkata:
كنا نعد لرسول الله صلى الله عليه وسلم في المجلس الواحد قبل أن يقوم مائة مرة : رب اغفر لي وتب علي إنك أنت التواب الرحيم (رواه أبو داود والترمذي وصححه)
“Kami menghitung dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dalam satu majelis (sebelum beliau bangun dari majelis tersebut) seratus kali ucapan:
رب اغفر لي وتب علي إنك أنت التواب الرحيم
(Wahai Rabbku, ampuni aku dan terima taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang) (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dan beliau mengatakan hadits ini hasan)




Istighfar itu ada dua macam,



:Istighfar Mutlak

Maksudnya adalah istighfar yang tidak ada ketentuan waktunya, maka bentuk istighfar ini bisa dilakukan kapan saja, dan dalam kondisi apa saja. Luqman al-hakim berkata kepada anaknya:


“Wahai anakku biasakan lisanmu dengan ucapan: اللهم اغفر لي karena Allah memiliki waktu-waktu yang tidak ditolak permitaan hamba-Nya di waktu itu.”


Al-Hasan berkata:”Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah, meja-meja makan, jalan-jalan, pasar-pasar dan majelis-majelis kalian di manapun kalian berada. Karena kalian tidak tahu kapan turunnya penampunan Allah Subhanahu wa Ta'ala



Kedua : Istighfar Muqayyad

Istighfar ini dilakukan pada waktu-waktu berikut ini:


1.Setiap selesai shalat wajib


Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullahdari sahabat Tsauban radhiyallahu 'anhu:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا انصرف من صلاته استغفر ثلاثا
“Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila selesai shalat beliau beristighfar tiga kali.”


2.Setelah terjerumus dan melakukan dosa


Sebagaimana firman Allah Ta'ala:
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ {135}
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah - Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui.” (QS.Ali Imran:135)


Dan di dalam kitab As-Sunnan dari sahabat Ali radhiyallahu 'anhu bahwa Abu Bakar radhiyallahu 'anhu
ما من عبد أذنبذنبا فقام فتوضأ فأحسن وضوءه ، ثم قام فصلى واستغفر من ذنبه ، إلا كان حقا على الله أن يغفر له
“Tidaklah seorang hamba melakukan dosa, lalu berwudhu dengan sempurna, kemudian shalat dua rakaat, kemudian beristighfar kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuni dosanya.”(HR. Abu Dawud, Tirmidzi dll)
3. Ketika keluar dari WC


Imam Tirmidzi, Abu Dawud dan selainnya meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila keluar dari WC membaca: غفرانك (Ya Allah ampuni aku)


4. Setelah Tahiyat Akhir


Abu Bakar as-Shidiq radhiyallahu 'anhu berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:”Ya Rasulullah ajari aku sebuah doa yang aku baca di dalam shalatku. Beliau bersabda,’Wahai Abu Bakar Ucapkanlah:
رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظلما كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا أنت فَاغْفِرْ لِي مَغَفَرةَ من عندك وارحمني إنك أنت َ الْغَفُورُ الرَّحِيم
“Ya Rabb, sesungguhnya aku telah menganiaya/menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang besar, dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau, maka ampunilah Aku dengan pengampunan-Mu dan rahmati aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Ampun dan Penyayang.”(HR. Bukhari dan Muslim)
5. Ketika Ruku’ dan Sujud


Aisyah radhiyallahu 'anha dia berkata:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يكثر أن يقول في ركوعه و سجوده :سبحا نك اللهم ربنا وبحمدك اللهم اغفر لي
“Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memperbanyak di dalam ruku’ dan sujud beliau bacaan (doa di atas) –yang artinya- Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan pujian kepadam-Mu, ampunilah aku.”(HR. Bukhari dan Muslim)
6. Ketika tertimpa kesempitan hati dan kesulitan dalam urusan


Sesorang datang kepada Sa’id bin Musayyab rahimahullah, lalu berkata kepaanya,’Aku mengeluhkan kepadamu tentang kerasnya hatiku, Maka beliau rahimahullah menjawab:”Lunakanlah hatimu dengan banyak berdzikir dan beristighfar.”


7. Waktu Sahur


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِاْلأَسْحَارِ {17}
“(yaitu) Orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta'at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imron:17)
Dan juga terdapat hadits shahih di dalam shahih Bukhari, bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala, turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman:
هل من سائل فأعطيه، هل من داع فأستجيب له،هل من مستغفر لفأغفر له
“Adakah yang meminta, sehingga Aku akan beri, adakah yang berdoa sehingga Aku kabulkan, adakah yang meminta ampun, sehingga aku ampuni.” Hingga terbit fajar.


Keutamaan Istighfar


Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan tentang beberapa keutamaan istighfar dalam firman-Nya:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا {10} يُرْسِلِ السَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا {11} وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا {12}
“Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh :10-12)
Yang termasuk keutamaan Istighfar :

-Diampuni dosa-dosa dan kesalahannya

-Diperolehnya kebaikan dan barakah

-Diperbanyak harta dan keturunannya

-Dan masih banyak keutamaan yang lainnya




Bacaan-bacaan Istighfar
اللهم اغفر لي و تب علي إبك أنت التواب الرحيمِ
“Ya Allah ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha penerima Taubat dan Maha Penyayang.”
أستغفر الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه
“Aku meminta ampun kepada Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan dia yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku hertaubat kepada-Nya.”
Dan yang termasuk bacaan istighfar yang paling utama adalah bacaan sayidul istighfar, doanya adalah sebagai berikut:
أللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني و أنا عبدك وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت ، أعوذ بك من شر ما صنعت ، أبوء لك بنعمتك على و أبوء لك بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت "
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:”Barang siapa membacanya (sayidul istighfar) dari siang hari dengan yakin dengannya, maka apabila dia meninggal hari itu sebelum sore hari maka dia termasuk ahli surga, dan barang siapa membacanya dari waktu malam, dengan yakin dengannya, maka apabila dia meninggal hari itu sebelum pagi hari maka dia termasuk ahli surga.”(HR. Bukhari)




ADVTFTB3MJCW 








(Sumber: ad-Durar as-Saniyah Syarh Arbain Nawawiyah,Dr. Bundar bin Nafi’, Daar Ibnul Jauzi. Diterjemahkan oleh Abu Yusuf Sujono)

(Diambil dan diposting dari: www.alsofwah.or.id / BEGINILAH ISTIGHFAR Nabi SAW)

Jikalau Merasa Benar Sendiri

Banyak hal yang kita fahami, yang kita pegang, yang kita ikuti baik pendapat atau ucapan seseorang ataupun faham tertentu, baik menyangkut urusan agama ataupun dunia, masalah umum atau khusus, itulah yang terbenar dan orang lain salah. Semua kebenaran adalah yang kita pegang, sedangkan semua kesalahan pasti orang lainlah pelakunya.



Maka, pemahaman yang semacam ini tidak bersedia untuk diskusi dan tidak mau melirik pada perkataan orang lain, baik dalam urusan yang aksiomatis maupun dan pasti kebenarannya yang didukung dengan hujjah-hujjah pasti dan dalil qath'iy, bahkan sikap ini juga dibawa ke dalam permasalahan yang masih tergolong remang-remang (musyhtabihah) atau belum pasti ataupun masih "misteri" yang tidak jelas mana yang benar, kecuali hanya orang-orang yang bersih niatnya, mendalam dan luas ilmunya, banyak pengalamannya, dan jernih bashirahnya. Padahal sangat mungkin kebenaran ada pada semua pihak yang berselisih tersebut.



Gejala semacam ini menimpa semua segmen, baik agama, dunia, ataupun yang lainnya yang hal itu merupakan muara dari campur-aduknya pemahaman yang tidak menyeluruh dan bashirah yang tidak bening, dan merasa tinggi hati dimana semua itu akan menumbuhkan kebodohan dan kedhaliman.



Sesungguhnya mengenali gejala-gejala negatif ini akan membantu kita dalam mengobati penyakit ini dan sekaligus menepis dampak negatifnya. Maka, siapa yang muncul dengan tanda-tanda di atas maka itu menunjukkan kepada dangkalnya wawasan dan cupetnya ilmu. Sebab, setiap orang yang mendalam dan luas serta kokoh ilmunya maka akan luaslah cakrawalanya, dan terang-benderanglah bashirahnya. Oleh karena itu, kedalaman dan keluasan ilmu adalah seagung-agung barang temuan yang membuahkan pengakuan orang-orang yang menyelisihinya dan melapangkan dada.



Imam Yahya ibn Sa'id berkata, "Bagaimana selamat seorang gila yang dimintai fatwa, maka ia berfatwa bahwa hal halal dan hal itu haram; maka seorang pengharam tidak melihat bahwa penghalal akan binasa karena ia menghalalkan sesuatu; dan seorang penghalal tidak melihat bahwa seorang pengharam juga akan binasa karena pengharamannya itu."



Diantara gejala-gejala hal di atas yang paling menonjol adalah seseorang membatasi dirinya sendiri berkutat dalam "bai'at tertutup" atau "madzhab yang sempit" atau "ucapan seseorang" sehingga menghalangi dirinya dari mendapatkan gambaran perbedaan dan gambaran pendapat atau pemikiran yang variatif, apalagi sampai ia bisa mengetahui bahwa ada kebenaran pada diri orang lain. Sehingga, dengan hal itu akhirnya ia kehilangan kesempatan untuk mengetahui tingkatan-tingkatan dan kedudukan masalah yang disepakati atau yang diperselisihkan.oleh ulama. Apa yang yang boleh berbeda pendapat dan apa yang tidak diperbolehkan. Karena begitu besar pengaruhnya terhadap jiwa dan kefaqihan seseorang, salafus shalih sangat gemar dan bersemangat untuk menggapai dan menuntut ilmu.



Sa'id ibn Jubair mengatakan siapa yang mengetahui ikhtilaf (perbedaan pendapat) manusia maka ia telah menjadi faqih; sepandai-pandai manusia adalah yang paling banyak mengetahui perbedaan pendapat manusia. Qatadah mengatakan, "Sa'id ibn Musayyab berkata kepadaku "Aku tidak pernah melihat manusia yang paling banyak bertanya tentang ikhtilaf kecuali kamu. Maka aku menjawab, "Sesungguhnya orang yang berakal akan bertanya tentang ikhtilaf, adapun jika tidak ada ikhtilaf maka untuk apa menanyakannya?"



Diantara faktor pendukung munculnya sifat "merasa benar sendiri" adalah tinggi hati dan perasaan "dirinyalah pemilik kebenaran yang mutlak. Oleh karena itu, tinggi hati akan melahirkan sifat "kagum kepada diri sendiri"; kagum terhadap perkataan atau perbuatannya sendiri, ataupun pendapatnya. Sehingga jadilah ia mengagungkan dirinya sendiri sampai-sampai ia tidak melihat kebaikan atau keutamaan ataupun kebenaran yang ada pada orang lain. Maka akhirnya ia pun meyakini bahwa "perkataan yang diakui adalah perkataan dirinya sendiri", dan pendapat yang benar/tepat adalah pendapat yang sesuai dengannya. Hal ini persis seperti Fir'aun ketika berkata kepada kaumnya:
ما أريكم إلاّ ما أرى، ما أهديكم إلاّ سبيل الرشاد (غافر: 29)
Aku tidak mengemukakan pendapat kepada kalian kecuali apa yang aku pandang baik, dan aku tidak menunjuki kalian kecuali jalan yang terbimbing (Q.S. Ghafir: 29)


Sungguh pendahulu kita yang mulia, salafus shalih, sangat jauh dari sifat tinggi hati atau kagum pada diri sendiri. Sungguh, diantara mereka tidak mengingkari kemungkinan adanya kebenaran pada ucapan orang lain dalam perkara yang memang dibolehkan khilaf (masalah ijtihad). Diantara perkataan yang masyhur dari banyak salafus shalih adalah ucapan yang berbunyi:
قولي صواب يحتمل الخطأ، وقولُ غيريّ خطأ يحتمل الصوابَ
Perkataanku adalah benar; akan tetapi bisa saja salah

Dan perkataan selainku adalah salah; akan tetapi mungkin saja benar


Bahkan yang jauh lebih bagus lagi, adalah riwayat tentang Imam Syafi'i. Beliau pernah berkata demikian:

Tidaklah aku berdebat dengan seseorang, melainkan aku berkata, "Ya Allah, anugerahkan kepadanya kebenaran di qalbu dan lisannya; sebab jika kebenaran ada pada pendapatku tentu ia akan mengikutiku; dan jika kebenaran ada pada pendapatnya tentulah aku akan mengikutinya." Imam Syafi'i berkata pula, "Tidaklah aku berdebat dengan seseorang kecuali aku suka kalau ia ada di pihak yang salah."



Sungguh Laits ibn Sa'ad, seorang ulama Ahlus Sunnah dari Mesir, banyak berbeda pendapat dengan Imam Malik, Ulama Ahlus Sunnah dari Madinah,. Maka suatu hari Imam Laits ibn Sa'ad mengirim surat kepada Imam Malik dalam sebagian perbedaan pendapat itu. Di akhir suratnya beliau mengatakan, "Dan aku cinta kalau Allah memberikan taufiq-Nya kepadamu dan memanjangkan umurmu, sebab aku sangat berharap manusia banyak mengambil manfaat ilmu darimu; dan aku sungguh sangat sedih andai orang sepertimu pergi, dengan tidak mengurangi rasa persahabatanku kepadamu, dan andai kita memasuki rumah maka inilah kedudukanmu di sisiku dan pendaptku tentangmu, maka berbahagialah; dan janganlah engkau tinggalkan Kitab demi mengambil bau mulutmu, keadaanmu, anak dan keluargamu serta kebutuhan jika engkau atau orang lain sampai kepadamu. Maka aku sungguh bahagia dengan itu." Dan kisah-kisah demikian dari kalangan salafus shalih begitu banyak.



Wahai para saudaraku, sesungguhnya kesalahan yang banyak dilakukan manusia di zaman sekarang dalam kehidupan ilmiah khususnya ataupun kehidupan umumnya adalah kurang percaya diri kita kepada diri sendiri dan fikiran kita, bahwa kita-lah yang selalu merasa benar sendiri; dan merasa bahwa kesalahan tidak mungkin dialami oleh kita. Dari hal ini, kita mulai tidak melaksanakan perintah Allah ta'alaa untuk berlaku adil dan santun. Semacam firman Allah ta'alaa:

Sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk berlaku adil dan santun (Q.S. An-Nahl: 90)


Dari hal ini, kita sering berfikiran sempit dalam pemikiran, kasar dalam bermuamalah dengan orang yang berbeda pendapat dengan kita; kita meremehkan, mengecilkan, menyepelekannya dan sempitnya rasa toleransi kita kepada mereka; kuatnya su'udzon kita kepada mereka, bahkan hal itu kita terapkan kepada orang yang tidak sependapat dengan kita walaupun tidak menyelisihi kita. Sehingga akhirnya terjadi diantara kita model muamalah yang tidak selayaknya terjadi walaupun seandainya hal itu terjadi pada masalah besar.



Maka, apakah ada orang yang mau memperhatikan dan menelaah, menemukan adanya obat atas hal di atas kemudian merapikan shafnya? Allahumma, ilhamkan kepada kami bimbingan-Mu dan jauhkan kami dari kejelekan jiwa-jiwa kami. (Abm/istdy)



Oleh: Syaikh Khalid ibn Abdullah Al-Mushlih 

Ucapan Pintar Seorang Wanita

Perkataan yang baik, jawaban yang bijak dan spontanitas yang terarah dengan kandungan isi yang berbobot, makna yang mendalam dan arti yang terukur merupakan indikasi akal, kebijaksanaan dan kecermatan seseorang. Di bawah ini adalah kumpulan perkataan dan sikap dari para wanita sahabat yang menunjukkan semua itu



1. Khadijah binti Khuwailid



Sepulang menerima wahyu di goa Hira, Rasulullah saw diliputi ketakutan dan kekhawatiran, sampai di rumah Rasulullah berkata kepada Khadijah, “Selimuti aku, selimuti aku”. Khadijah menyelimutinya sehingga beliau tenang, lalu beliau menceritakan kepada Khadijah peristiwa yang baru saja dialaminya. Rasulullah berkata, “Aku takut terhadap diriku”. Khadijah menjawab, “Demi Allah, tidak akan, Allah tidak akan menghinakanmmu selamanya, engkau menyambung silatur rahim, memikul kesulitan, membantu orang tidak berpunya, memuliakan tamu dan membantu kesulitan dalam kebenaran”.



2. Aisyah binti Abu Bakar



Aisyah berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana menurutmu apabila engkau singgah di sebuah lembah di mana di sana terdapat rerumputan yang telah dijamah oleh ternak gembalaan dan rerumputan yang belum dijamah. Di lembah manakah engkau melepas untamu?” Nabi SAW menjawab, “Di rerumputan yang belum dijamah.” Maksudnya adalah bahwa Rasulullah SAW tidak menikah dengan gadis selainnya



3. Aisyah binti Thalhah



Al-Hasan bin Ali berkata kepada istrinya Aisyah binti Thalhah, “Urusanmu berada di tanganmu.” Aisyah istrinya menjawab, “Selama dua puluh tahun ia berada di tanganmu. Kamu menjaganya dengan baik. Ketika ia berada di tanganku maka aku tidak menyia-nyiakannya sesaat pun dan aku telah memberikannya kepadamu.” Al-Hasan mengagumi jawabannya dan tidak menceraikannya.



4. Asma’ binti Yazid al-Asyhaliyyah



Asma’ binti Yazid mendatangi Rasulullah SAW, sementara beliau di antara para sahabatnya. Asma’ berkata, “Aku korbankan bapak dan ibuku demi dirimu ya Rasulullah. Saya adalah utusan para wanita kepadamu. Sesungguhnya Allah mengutusmu kepada seluruh laki-laki dan wanita, maka mereka beriman kepadamu dan kepada Tuhanmu. Kami para wanita selalu dalam keterbatasan, sebagai penjaga rumah, tempat menyalurkan hasrat dan mengandung anak-anak, sementara kalian – kaum laki-laki – mengungguli kami dalam shalat jum’at, shalat berjamaah, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, berhaji setelah sebelumnya sudah berhaji dan yang lebih utama adalah jihad fi sabilillah. Dan jika salah seorang dari kalian pergi haji atau umrah atau jihad maka kamilah yang menjaga harta kalian, yang menenun pakaian kalian, yang mendidik anak-anak kalian. Bisakah kami menikmati pahala dan kebaikan ini sama seperti kalian?”



Nabi SAW memandang para sahabat dengan seluruh wajahnya. Kemudian beliau bersabda, “Apakah kalian pernah mendengar ucapan seorang wanita yang lebih baik pertanyaannya tentang urusan agamanya daripada wanita ini?” mereka menjawab, “Ya Rasulullah, kami tidak pernah menyangka ada wanita yang bisa bertanya seperti dia.”



Nabi SAW menengok kepadanya dan bersabda, “Pahamilah wahai ibu. Dan beritahu para wanita di belakangmu bahwa ketaatan istri kepada suaminya, usahanya untuk memperoleh ridhonya dan kepatuhannya terhadap keinginannya menyamai semua itu.”

Asma’ berlalu dengan wajah berseri-seri.



5. Asma’ binti Umais



Ali bin Abu Thalib menikahi Asma’ binti Umais RA. Kedua putranya Muhammad bin Ja’far dan Muhammad bin Abu Bakar saling membanggakan diri. Masing-masing berkata, “Aku lebih mulia darimu, bapakku lebih baik daripada bapakmu.” Ali berkata kepada Asma’, “Wahai Asma’ kamu yang menjadi pengadil di antara mereka berdua.” Asma’ berkata, “Aku tidak melihat pemuda Arab yang lebih baik daripada Ja’far, dan aku tidak melihat orang tua yang lebih baik daripada Abu Bakar.” Ali berkata, “Kamu tidak menyisakan sedikit pun bagi kami. Seandainya kamu berkata lain niscaya aku akan memarahimu.” Asma’ berkata, “Sesungguhnya tiga orang di mana kamu adalah yang paling muda adalah orang-orang terpilih.”



6. Asma’ binti Abu Bakar



Asma’ binti Abu Bakar RA mempunyai sepotong baju peninggalan Rasulullah SAW, ketika Abdullah bin Az-Zubair terbunuh, baju itu pergi menghilang. Asma’ berkata, “Hilangnya baju itu lebih berat bagiku daripada terbunuhnya Abdullah.” Ternyata baju itu berada di tangan seseorang dari kota Syam, orang tersebut berkata, “Aku tidak akan mengembalikannya kecuali jika Asma’ memohonkan ampunan untukku.” Asma’ berkata, “Bagaimana aku memohon ampunan untuk pembunuh Abdullah.”



Mereka berkata, “Dia bersedia mengembalikan baju itu.” Asma’ berkata, “Katakan kepadanya agar datang.” Lalu laki-laki itu datang dengan membawa bajunya diiringi Abdullah bin Urwah, cucu Asma’. Asma’ berkata, “Berikan baju itu kepada Abdullah.” Lalu dia memberikannya. Asma’ bertanya, “Wahai Abdullah, apakah bajunya sudah di tanganmu?” Abdullah menjawab, “Ya.” Asma’ berkata, “Semoga Allah mengampunimu wahai Abdullah.” Maksud Asma’ adalah Abdullah bin Urwah cucunya, bukan laki-laki tersebut.



7. Ummu Ma’bad



Ummu Ma’bad adalah seorang wanita yang mana Rasulullah dan Abu Bakar pernah singgah minum padanya pada saat hijrah ke Madinah, Ummu Ma’bad berkata tentang Rasulullah SAW,



“Aku melihat seorang laki-laki yang tampan, berbadan tegap, berwajah cerah, berkepala sedang, tidak besar tidak pula kecil, berakhlak mulia, berbudi pekerti baik, berbola mata hitam, bulu matanya panjang, bersuara sedikit serak, putih matanya sangat putih, hitam matanya sangat hitam, kedua alisnya melengkung dan hampir bertemu, lehernya panjang, jenggotnya lebat, jika diam dia diliputi oleh ketenangan, jika dia berbicara dia dinaungi o kewibawaan, ucapannya manis, tegas, tidak pendek, tidak bertele-tele, kata-katanya seperti untaian mutiara yang tertata rapi, dari jauh dialah orang yang paling tampan dan menawan, dari dekat dialah orang yang paling manis dan baik, berbadan sedang, mata tidak mencelanya karena kepanjangan dan mata tidak menjelekkannya karena kependekan, seperti dahan pohon di antara dua pohon yang pendek dan panjang, paling indah dipandang dari tiga, paling harum baunya. Dia memiliki teman-teman yang menghormatinya, jika dia berbicara mereka mendengar ucapannya, jika dia memerintah mereka berlomba-lomba melaksanakannya, mereka berbondong-bondong membantu dan melayaninya, tidak bermuka masam dan tida lemah pendapat.


(Dari: ar-Rahiq al-Makhtum dan Adz-Dzakiyat, Qasim Asyur)
Diambil dari sumber : www.alsofwah.or.id

Khalil Gibran

CINTA YANG AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’
Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh
“Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini… pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang”
“Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya”
“Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku… sebengis kematian… Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara…, di dalam pikiran malam. Hari ini… aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan… sekecup ciuman”
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”
“…pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…”
“…kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang”
“Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta… terus hidup… sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan…”
“Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan”
What difference is there between us, save a restless dream that follows my soul but fears to come near you?
What is this world that is hastening me toward I know not what, viewing me with contempt?
When love beckons to you, follow him, Though his ways are hard and steep. And when his wings enfold you yield to him, Though the sword hidden among his pinions may wound you.
When we turn to one another for counsel we reduce the number of our enemies.
When you are joyous, look deep into your heart and you shall find it is only that which has given you sorrow that is giving you joy. When you are sorrowful look again in your heart, and you shall see that in truth you are weeping for that which has been your delight.

When you are sorrowful look again in your heart, and you shall see that in truth you are weeping for that which has been your delight.

When you work you are a flute through whose heart the whispering of the hours turns to music. Which of you would be a reed, dumb and silent, when all else sings together in unison?

Where is the justice of political power if it executes the murderer and jails the plunderer, and then itself marches upon neighboring lands, killing thousands and pillaging the very hills?

Wisdom ceases to be wisdom when it becomes too proud to weep, too grave to laugh, and too selfish to seek other than itself.

Wisdom stands at the turn in the road and calls upon us publicly, but we consider it false and despise its adherents.

Work is love made visible. And if you cannot work with love but only with distaste, it is better that you should leave your work and sit at the gate of the temple and take alms of those who work with joy.

Would that I were a dry well, and that the people tossed stones into me, for that would be easier than to be a spring of flowing water that the thirsty pass by, and from which they avoid drinking.

Yesterday is but today's memory, and tomorrow is today's dream.

Yesterday we obeyed kings and bent our necks before emperors. But today we kneel only to truth, follow only beauty, and obey only love.

You are the bows from which your children as living arrows are sent forth.

You give but little when you give of your possessions. It is when you give of yourself that you truly give.

You have your ideology and I have mine.

You pray in your distress and in your need; would that you might also pray in the fullness of your joy and in your days of abundance.

Your children are not your children. They are the sons and daughters of Life's longing for itself. They came through you but not from you and though they are with you yet they belong not to you.
Your daily life is your temple and your religion. When you enter into it take with you your all.

Progress lies not in enhancing what is, but in advancing toward what will be.
Rebellion without truth is like spring in a bleak, arid desert.
Sadness is but a wall between two gardens.
Safeguarding the rights of others is the most noble and beautiful end of a human being.
Say not, 'I have found the truth,' but rather, 'I have found a truth.'
The eye of a human being is a microscope, which makes the world seem bigger than it really is.
The just is close to the people's heart, but the merciful is close to the heart of God.
The lust for comfort, that stealthy thing that enters the house a guest, and then becomes a host, and then a master.
The most pitiful among men is he who turns his dreams into silver and gold.
The obvious is that which is never seen until someone expresses it simply.
The person you consider ignorant and insignificant is the one who came from God, that he might learn bliss from grief and knowledge from gloom.
The teacher who is indeed wise does not bid you to enter the house of his wisdom but rather leads you to the threshold of your mind.
There are those who give with joy, and that joy is their reward.
They consider me to have sharp and penetrating vision because I see them through the mesh of a sieve.
Time has been transformed, and we have changed; it has advanced and set us in motion; it has unveiled its face, inspiring us with bewilderment and exhilaration.
To be able to look back upon ones life in satisfaction, is to live twice.
To understand the heart and mind of a person, look not at what he has already achieved, but at what he aspires to.
Trust in dreams, for in them is hidden the gate to eternity.
Truth is a deep kindness that teaches us to be content in our everyday life and share with the people the same happiness.
We choose our joys and sorrows long before we experience them.

Demo 28 Januari Sambut 100 Hari Program Kerja SBY - Budiono

Seperti diberitakan tempointeraktif.com siang ini, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, menyatakan akan menurunkan 10 ribu personel keamanan dari berbagai jajaran Polda Metro untuk mengantisipasi unjuk rasa besar-besaran 28 Januari mendatang.

"Kami memang telah menyiapkan 10 ribu aparat, namun penurunan kekuatannya nanti disesuaikan situasi. Pada prinsipnya sesuai dengan kepatutan lah," ujar Boy, dalam konferensi pers di Polda, Selasa (26/1)

Selain kesiapan aparat, Polda Metro juga mempersiapkan tindakan persuasif dan preventif untuk menghindari terjadinya tindakan anarkis dan bentrok pada 28 nanti. "Intinya kita membawa, mengarahkan, dan mengajak masyarakat agar berunjuk rasa dengan damai," lanjut Boy.

Aksi besar-besaran 28 Januari yang dimotori Gerakan Indonesia Bersih dan Serikat Pekerja Nasional akan digelar puluhan elemen mahasiswa dan masyarakat. Menurut perkiraan Gerakan Indonesia Bersih, sekitar 25 ribu orang akan turun ke jalan.

Kesiapan Polda menghadapi kekuatan massa tersebut juga terlihat dengan disiapkannya skenario-skenario kemungkinan yang akan terjadi pada aksi tersebut dengan pemusatan titik keamanan di gedung-gedung pemerintahan. (Sumber:  Tempointeraktif.com)

Berita terkait lainnya dari SuaraSurabaya.net mengabarkan : "Barisan Demokrat Rakyat Siapkan Unjukrasa Besar-Besaran". Selengkapnya dibawah ini :


PDI Perjuangan menganggap pemerintahan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) - BOEDIONO gagal. PDI Perjuangan menilai SBY gagal dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program 100 hari.

Partai oposisi pimpinan MEGAWATI SUKARNO PUTRI memberi angka merah pada Kabinet Indonesia Bersatu II. PRAMONO ANUNG Sekjen PDI Perjuangan seperti dilaporkan JOSE reporter Suara Surabaya di Jakarta, Senin (25/01), mengatakan, selama 100 hari tidak melihat tanda-tanda perbaikan dari pemerintahan SBY.

Angka pengangguran dan kemiskinan masih tinggi, harga kebutuhan sehari-sehari terus naik, kerusuhan dan kekerasan terjadi di mana-mana. Dalam pemberantasan korupsi, pemerintah juga masih dinilai tebang pilih.

PRAMONO mencontohkan kasus Bank Century. Pemerintah boleh berkelit dan mengklaim telah berhasil. Tapi fakta ini tidak bisa dibantah.

Menanggapi kritik itu, Presiden SBY mengatakan tidak tepat kalau program 5 tahun diukur dengan 100 hari. Kata Presiden, program 100 hari merupakan frame menuju pintu masuk program pembangunan 5 tahun. Jadi kalau sampai 5 tahun masih ada 19 kali seratus hari lagi.

Sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah SBY-BOEDIONO, Barisan Demokrat Rakyat akan melakukan unjukrasa besar-besaran di depan DPR dan Istana Merdeka pada Kamis (28/01) mendatang, tepat 100 hari pemerintahan SBY-BOEDIONO. (tin)

 
Powered by Blogger